Beberapa waktu di akhir pekan yang lalu saya dan beberapa teman dari paroki Santa Clara mendapat undangan dari tim PSDM KKMK Paroki Arnoldus Janssen untuk mengikuti acara yang bertema “muda yang BERBUDAYA”.
Dengan suasana malam yang dingin tepat di hari Jumat, 4 Oktober 2013 lampu-lampu di sekitar panggung, baju-baju daerah yang di pakai panitia dan alunan musik tiap-tiap daerah juga ikut mengambil ahli hati ini untuk mengucap „saya kangen rumah‟ ya begitulah ujar teman saya Anjar yang dari awal pintu masuk sudah bernyanyi-nyanyi mengikuti alunan lagu lir ilir. Acara ini membahas semua tentang budaya. Budaya sendiri kalau dideklarasikan tidak identik dengan busana daerah dan tari tradisionalnya saja namun dengan makanan tradisonal dan permainan tradisional. Siapa sih yang tidak mengenal makanan yang bernama Gethuk? Siapa sih yang tidak mengenal permainan yang bernama Ampar-ampar pisang?. Mungkin hanya bapak dan ibu kita yang masih mengingatnya.
Dengan suasana malam yang dingin tepat di hari Jumat, 4 Oktober 2013 lampu-lampu di sekitar panggung, baju-baju daerah yang di pakai panitia dan alunan musik tiap-tiap daerah juga ikut mengambil ahli hati ini untuk mengucap „saya kangen rumah‟ ya begitulah ujar teman saya Anjar yang dari awal pintu masuk sudah bernyanyi-nyanyi mengikuti alunan lagu lir ilir. Acara ini membahas semua tentang budaya. Budaya sendiri kalau dideklarasikan tidak identik dengan busana daerah dan tari tradisionalnya saja namun dengan makanan tradisonal dan permainan tradisional. Siapa sih yang tidak mengenal makanan yang bernama Gethuk? Siapa sih yang tidak mengenal permainan yang bernama Ampar-ampar pisang?. Mungkin hanya bapak dan ibu kita yang masih mengingatnya.



